Rabu, 21 Desember 2011


 


 
Depan >> Pro Otonomi >> Jalan Perapat Tunggal Putus
Jalan Perapat Tunggal Putus
16 Desember 2011 - 08.39 WIB > Dibaca 32 kali

 
 
Laporan EVI SURYATI, Bengkalis
evisuryati@riaupos.com
Jalan Rimba Baru, Dusun Perapat Tunggal, Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis, putus akibat aspal jalan amblas jatuh ke parit, Kamis (15/12) pagi. Badan jalan patah berkeping-keping sepanjang 10 meter, persis di pertigaan, akibat tanah longsor menyusul hujan yang mengguyur sejak Rabu malam.

Untungnya, meski jalan tersebut putus total, tapi tidak mengganggu akses warga yang hendak ke Simpang Ayam atau sebaliknya karena masih ada jalan alternatif yang bisa digunakan meski agak sedikit memutar.

Tak jauh dari lokasi jalan yang amblas terdapat rumah warga. Rumah tersebut terpaksa dibonggar di bagian depannya karena dikhawatir ikut amblas terjun ke parit. Menurut pengakuan pemilik rumah, M Said (61), kejadian mulai amblas jalan sekitar pukul 04.00 WIB. Waktu itu isterinya melihat badan jalan bergoyang-goyang.

‘’Perlahan-lahan tanah di sekitar parit amblas karena tergerus air yang cukup kencang akibat hujan tadi malam. Saya yang khawatir rumah saya ikut amblas minta pertolong warga,’’ papar pria yang sehari-sehari bekerja sebagai nelayan ini.

Puncak amblasnya badan jalan, papar Said, sekitar pukul 06.00 WIB. Sebelum badan jalan beserta tanah yang ada di depan halaman rumahnya amblas, bangunan rumahnya di bagian depan sudah dirubuhkan warga secara bergotong royong sehingga tidak ikut amblas.

Menurut Kepala Desa Meskom, Supendi, pihaknya sejak beberapa bulan lalu sudah mengkhawatirkan hal ini akan terjadi menyusul kondisi tanah yang berjarak sekitar 400 meter dari pantai sangat labil.

‘’Sejak dua bulan lalu kita sudah membuat plang yang isinya melarang kendaraan roda empat melewati jalan tersebut karena kita khawatir jalan akan amblas. Apa yang kami khawatirkan akhirnya terjadi, jalan tersebut amblas juga menyusul hujan yang cukup lebat tadi malam,’’ papar Pendi.

Pasca kejadian ini, Pendi cukup mengkhawatirkan kondisi jalan lainnya yang juga sudah retak-retak dan miring ke arah parit. Apalagi di pinggir-pinggir jalan tersebut terdapat rumah warga dan sekolah. Fendi sangat khawatir jalan ini akan amblas karena kondisi tanah yang cukul labil.

Turunkan Alat Berat
Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis H Asmaran Hasan didampingi Asisten I H Burhanuddin, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Muhammad Amin dan sejumlah penjabat lainnya turun ke lokasi untuk melihat kondisi jalan yang putus.

Menurut Sekda, kondisi tanah yang labil serta dipicu hujan yang cukup lebat turun dari malam hingga pagi membuat tanah tergerus sehingga amblas. Sebagai langkah antisipasi agar badan jalan lainnya tidak ikut amblas, Dinas Bina Marga dan Pengairan diperintahkan supaya menurunkan alat berat di lokasi kejadian.

‘’Untuk antisipasi jangka pendek, kita akan turunkan alat berat untuk memperbaiki parit supaya badan jalan yang lain tidak ikut amblas. Apakah nanti dipasang cerocok di pinggir-pinggir parit, teknisnya kita serahkan kepada Bina Marga,’’ papar Sekda sambil menunjuk Kadis Bina Marga Muhammad Amin.

Ditambahkan Sekda, ia akan menyampaikan kondisi ini kepada Bupati serta langkah apa yang akan diambil selanjutnya. Tapi yang jelas menurut Sekda, untuk jangka pendek ini jalan yang amblas tersebut belum bisa diperbaiki karena waktu yang sudah tidak memungkinkan lagi.

‘’Kita memang ada dana tanggap darurat. Tapi dengan kondisi akhir tahun seperti ini rasanya sudah tidak mungkin lagi untuk dikerjakan. Tapi saya akan sampaikan hal ini kepada  Bupati sekaligus minta petunjuk beliau bagaimana bagusnya,’’ ungkap Sekda.

Soal rumah warga yang dibongkar karena khawatir amblas, menurut Sekda, Pemkab akan berupaya membantu. Bisa saja melalui bantuan rumah layak huni yang dianggarkan di Dinas Cipta Karya tahun 2012.

‘’Untuk jangka pendek ini akan kita upayakan membantu melalui dana bantuan sosial guna meringankan beban keluarga ini,’’ ungkap Sekda.(jrr)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar